Polisi ungkap identitas delapan korban dukun pengganda uang Slamet Tohari
Elshinta.com, Tim Disaster Victim Identification Polda Jateng berhasil mengidentifikasi delapan jenazah korban penipuan yang berlanjut pembunuhan yang dilakukan oleh dukun pengganda uang Slamet Tohari di Banjarnegara, Jawa Tengah. Empat lainnya masih menunggu laporan dari masyarakat untuk mencocokkan data hasil autopsi.

Elshinta.com - Tim Disaster Victim Identification Polda Jateng berhasil mengidentifikasi delapan jenazah korban penipuan yang berlanjut pembunuhan yang dilakukan oleh dukun pengganda uang Slamet Tohari di Banjarnegara, Jawa Tengah. Empat lainnya masih menunggu laporan dari masyarakat untuk mencocokkan data hasil autopsi.
Slamet Tohari mengubur 12 korbannya di tujuh liang. Lima liang berisi 2 jenazah, 2 liang berisi satu jenazah. Ada 8 jenazah laki-laki dan 4 perempuan.
Hasil autopsi untuk identifikasi jenazah pada Minggu kemarin (9/4) berhasil mengungkap jatidiri 4 jenazah atas nama Theresia Dewi dan Okta Ali Abrianto. Keduanya adalah ibu dan anaknya asal Yogya, serta Suheri dan Riani warga Desa Kalirejo Negeri Katon, Pesawaran, Lampung.
Menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jateng Kombes Dokter Sumy Hastry Purwanti di Banjarnegara, Senin (10/4) saat konferensi pers yang didampingi Kabidhumas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy dan Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, data antem mortem maupun post mortem empat jenazah itu ada kecocokan.
"Untuk jenazah Theresia Dewi dan Okta Ali Abrianto, gigi-giginya memang cocok. Di saku celana Okta ada kunci Honda. Sidik jarinya juga cocok menunjukkan jatidiri mereka. Sementara jenazah Riani dan Suheri teridentifikasi dari gigi maupun temuan hijab segi empat warna pink yang dikenakan Riani," ujar Sumy Hastry seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (10/4).
Untuk mengetahui jatidiri korban, selain dari keterangan keluarga, polisi juga mengetahui sosok Riani dari unggahan terakhir dirinya di media sosial miliknya.
Sementara empat jenazah lainnya masih terus diselidiki karena tinggal tersisa tulang-belulang. Dari Posko Pengaduan Orang Hilang di Banjarnegara, ada 20 orang yang melaporkan. Dari jumlah itu ada 16 orang yang terkait dengan kasus pembunuhan berantai dukun Slamet Tohari.
Setelah ada pastian jatidiri jenazah, maka empat jenazah yang telah dikuburkan dalam peti jenazah, siang ini dibongkar kembali untuk diserahkan kepada keluarganya. Polisi memfasilitasi membantu pengantaran jenazah hingga ke asal keluarga korban untuk dimakamkan.
Sejak kasus pembunuhan berantai Slamet Tohari terbongkar pada 2 April 2023 dengan ditemukannya jenazah Paryanto asal Sukabumi, maka menyusul 11 jenazah lainnya pada 3 April dan 4 Apri ditemukan dalam penggalian selanjutnya berdasar pengakuan Tohari.
Sejauh ini ada tiga jenazah yang telah diambil keluarganya yakni jenazah Paryanto asal Sukabumi, Jabar, kemudian jenazah pasangan Irsan dan Wahyu Triningsih asal Lampung.
Jenazah Wahyudi asal Palembang belum diambil keluarganya.
"Polisi masih menunggu laporan dari masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Masyarakat bisa mengubungi nomor 0823 264444 01 di Posko Pengaduan Orang Hilang di Banjarnegara," kata Kabidhumas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy.
Polisi telah menetapkan Slamet Tohari sebagai tersangka utama kasus pembunuhan berencana itu. "Dia adalah eksekutornya. Kami juga telah memeriksa 11 saksi dalam kasus ini," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto.
Selain Slamet Tohari, polisi juga menetapkan BS sebagai tersangka karena ia ikut terlibat mengiklankan Tohari di facebook sebagai sosok dukun yang mampu menggandakan uang.